Membalas, Untuk Pertama Kalinya
Hai November!
1 November 2020 lalu, kamu tiba – tiba bertanya.
Menghebohkan dunia seakan – akan menjadi pertanda baik.
Sesak, hingga tak mampu menahan senyum. Bergemuruh juga rasanya, nada – nada
hari itu menjadi hari yang baik dan sayang untuk dilewati begitu saja.
Kamu, yang selalu aku sombongkan pada kawananku. Meski kata
mereka, kamu hanya manusia biasa. Tapi bagiku, entah, begitu luar biasa.
Aku mengagumkan ciptaan tuhan satu ini. Bertanya – tanya
apakah boleh perasaan seperti ini hadir. Meminta izin kepada sang pencipta, dan
tentu berterimakasih karena telah menghadirkanmu.
Aku tidak tau kata – kata ini begitu melebih – lebihkan.
Tidak peduli.
Hanya, senang. Saat kamu mengajak dan masih teringat. Meski
rasanya, itu hanya angin semilir yang lewat begitu saja. Selanjutnya, acuh
kembali.
Kamu bertanya dan mengajak. Lalu menganggap meski tak
begitu. Kamu menjawab dan diam. Wah sungguh, manusia jenis apa ini.
Meneduhkan dan menghangati. Menghampiri tapi hanya melalui.
Berkerumun di tempurung otak. Membuat semua pertanyaan datang berkeroyok. Tak
tenang dan terus mengingatnya.
Dirinya baik, sangat bahkan.
Tidak ada habisnya aku memujinya. Aku pun keheranan sendiri.
Ya, begitulah awal Novemberku. Semoga baik, terus, bahkan
selamanya.
Satu lagi, terimakasih telah bertanya dan mengajak. Semoga kamu sehat
selalu.
#PDP Chapter 6
Komentar
Posting Komentar