Apalagi yang salah?

 Memangku kekuasaan diri. Berfantasi yang kerap membunuh. Bertanya akan realita atau khayalan. Ah, khayalan ini hidup. 

Ruang di kepala kian sesak. Sel sel saling menyapa dan berhimpit. Bercengkrama hingga lupa diri. Mengikat kepala kian erat penuh. 

Ramai. Gaduh. Lalu hilang. Kemudian hampa. 

Hidup karna memang masih hidup saja. Tombol keputusasaan menjadi marak. Meminta untuk ditekan demi mengakhiri hidup. Dia terus memanggil. 

Apalagi yang salah? 

Sekali lagi. Mengulang hal yang sama. Nafas hanya sampai tenggorokan. Kesusahan untuk menghirup dan melepas. 

Apalagi yang salah?

Benar saja jika aku benar. Mengerang dengan kuning yang cerah. Namun gelap dalam keceriaan. Gaduh kembali. 

Apalagi yang salah?

Komentar

Postingan Populer