Hiraukan

Tuhan baik sekali. Mempertemukanku dengan seseorang yang teramat sangat baik. Bahkan, parasnya pun sungguh sempurna. Tuhan, ciptaanmu begitu indah. 

Aku bahkan selalu ingin membanggakannya kepada semua orang. Betapa hebatnya ia yang aku kagumi. Betapa cantiknya hati yang ia miliki. 

Padahal aku sudah berjanji hanya akan mengaguminya secara tidak berlebih. Tapi sepertinya aku gagal, aku sudah menyukainya. Maafkan aku, Tuhan. 

Bagaimana tidak. Kamu memperlihatkan ciptaanmu begitu baik. Dia, memiliki hati yang egois untuk dirinya sendiri. Aku selalu jengkel karena dia selalu mendahulukan orang lain sebelum dirinya. Bahkan ia memiliki perhatian yang berlebih terhadap orang lain. Sering kali juga mencemaskan dan khawatir kalut. 

Lagi lagi aku menyombangkannya. 

Kamu harus bertemu juga dengannya. Entah. Senyum di matanya selalu menghangatkan lapisan bumi. Bahkan, angkasa pun bisa merasakannya. Hahaha aku berlebihan. 

Tidak, kamu harus melihat mahluk utuh itu. Tapi, kamu tidak boleh jatuh hati. Cukup aku saja. 

Hanya saja, satu dan seratus lainnya membuatku tidak bisa bersamanya. Alasannya teramat banyak, bahkan satu buku penuh tidak akan bisa menjelaskannya. 

Akhir yang indah bukan? 

Tersenyumlah, kamu akan mendapatkan sosok itu lagi. Aku hanya sedang mengibur diriku sendiri. Jangan hiraukan.


Selamat malam.

Komentar

Postingan Populer