Surat Cinta Untukmu.
Halo Ramadhan,
Kurang dari sepekan lagi kita bisa bersama.
Terimakasih telah hadir dan masih memberikan aku kesempatan di tahun ini.
Namun, Ramadhan kali ini sangat
berbeda. Aku telah kehilangan seseorang. Yang tak akan pernah kembali. Tak akan
pernah.
Seseorang yang menjadi cinta pertama.
Seseorang yang berani dengan tegas memarahiku. Namun, jarang melarangku akan
banyak. Seseorang yang selalu aku ajak berdiskusi tentang hal – hal runyam.
Seseorang yang memintaku untuk selalu bermimpi, meski itu sulit. Seseorang yang
selalu percaya takdir baik pasti datang.
Aku belum tumbuh dengan baik, pak. Kamu
selalu memandangku sebagai wanita kecil. Entah nanti rambutku memutih
sepenuhnya, aku akan terus menjadi wanita kecilmu. Sebetulnya, masih banyak hal
yang harus aku capai untukmu. Keinginanmu masih banyak yang belum bisa aku
wujudkan. Maaf, sungguh.
Tak ada tawa dan senyum yang
menemani. Rasanya salah untuku tersenyum, apalagi tertawa. Penyesalan –
penyesalan itu mengeroyokiku. Berdatangan tak ada ampun. Sepertinya ini semua
hukumanku dari masa lalu. Derai tangis masih menghiasi setiap malam.
Aku tau, ini berarti Tuhan sangat
menyayanginya. Tapi ini berat. Dan aku juga tau, Tuhan menjadikan aku manusia
yang sangat kuat. Meski sampai detik ini aku merasa masih belum baik – baik
saja, Tuhan.
Aku hanya percaya pada rencana-Mu.
Pada takdir – takdir yang terjadi. Sungguh sangat indah, Tuhan. Aku hanya takut
dan sangat khawatir. Dengan keadaan. Izinkan aku sekali saja mengkhawatirkan
banyak hal. Meski nyatanya aku sering. Maaf.
Aku sempat merasa sendirian, Tuhan.
Di bawah atap ini. Yakinkan aku bahwa aku memang kuat dan mampu menghadapinya.
Aku sering sekali marah dan kecewa
pada diri. Beberapa kali menyesalinya, bahkan sering. Lagi lagi aku mengeluh.
Aku tundukan kepala. Lantunanku masih
belum sempurna. Tapi aku tetap mengusahakannya.
Pintaku, Tuhan.
Berikan tempat paling terbaik
untuknya. Terima dan sambutlah dia oleh malaikat – malaikatmu.
Komentar
Posting Komentar