Bagaimana Rasanya Dicintai?
Ada hal baru dalam hidupku. Seseorang dalam satu kelompok.
Sesuatu yang baru ini cukup mengusiku dengan baik. Memperdayakan
segala waktu yang aku punya saat ini. Bahkan dihabiskan dengan mudah. Begitu saja.
Rasanya bisa cepat mengenalmu dengan baik. Tentu saja tidak luput
dari berbagai kesalahan. Sama sepertiku. Aku sempat mengkhawatirkanmu, ketika
baru mengenal.
Memikirkan, apakah kamu hidup dengan layak, apakah semuanya
berjalan dengan baik, ataukah semua yang telah kamu lalui teramat menyenangkan.
Pertanyaan itu merengkuh dalam pikiran.
Namun, kamu datang menyeringai. Seolah memberi pertanda baik dalam
hidup. Mengubah beberapa hal menjadi cepat berlalu. Untuk sementara, membuatku
lupa akan hal buruk yang terjadi.
Ini sulit kutujukan. Bahkan pesannya tak akan sampai. Tak apa, aku
hanya ingin mengutarakannya. Meski tak kamu terima.
Aku sungguh penasaran.
Bagaimana caramu memaknai hidup ini?
Banyak orang yang mencintaimu dengan sangat. Separuh diantaranya
berimajinasi. Termasuk aku. Ya, itu tidak salah.
Tapi bagaimana kamu menyikapinya?
Dicintai oleh banyak orang. Mendapatkan kasih dan sayang. Kebahagiaan
tak terukur itu bisa membuatmu menangis. Aku sungguh penasaran.
Perjalanan yang telah kamu lalui sungguh luar biasa. Aku harap,
aku sama sepertimu. Setidaknya satu persen tekad dan kerja kerasmu bisa aku
rasakan juga.
Meski awalnya aku khawatir. Tapi, setelah melihat lebih banyak,
rasanya kamu bisa menikmatinya. Berbahagialah dan selalu sehat. Hanya itu yang
terpenting saat ini.
I Purple You,
Army.
Komentar
Posting Komentar