Kita Tidak Bisa Lagi Sama
Aku tidak bisa menyalahkanmu. Sebab waktu adalah jawabannya. Aku tidak bisa lagi menjadi pendengar terbaik kamu dan kalian. Aku juga banyak berubah, karena keadaan. Bukan maksud aku ingin berkhianat, namun aku mempunyai lingkungan yang baru, yang membuatku nyaman untuk saat ini. Meski aku tidak tahu perasaan seperti apa yang sesungguhnya. Terkadang perasaanku pun berubah ubah. Ingin dimengerti, didengarkan oleh orang - orang yang paham dan dekat dengan lingkunganku.
Kamu memang pernah menjadi yang terbaik. Bahkan sering.
Aku hanya sedikit kecewa untuk satu hal. Tapi satu hal itu malah membuatku ingin berjarak. Sifatku ini buruk, kamu juga tau itu. Sekali yang cukup membekas dengan lama. Tidak mudah untukku kembali. Aku hanya ingin sendiri, untuk sementara.
Aku juga tidak suka keadaan seperti ini. Menjadi orang asing dan canggung. Tapi, aku tidak bisa menyembunyikannya. Suka ya suka, tidak ya tidak. Itu semua akan muncul dalam wajah dan tingkahku.
Kesalahan itu membuat semuanya berbeda. Tidak bisa lagi sama seperti dulu.
Sejujurnya, aku sudah tidak apa - apa. Aku tidak mau mengingat memori itu. Saat semuanya sesak hingga aku harus mencari senyum. Tapi, tidak apa - apa, itu bukan berarti semuanya bisa kembali seperti semula. Aku tidak lagi sama.
Aku mohon jangan memaksaku. Mungkin ini sudah waktunya. Tuhan memperlihatkanku, mana yang terbaik. Tuhan memperlihatkanku banyak hal, meyakini sesuatu, dan belajar untuk menjadi dewasa dan lebih baik.
Semoga kamu bisa mengerti.
Komentar
Posting Komentar