Januariku Sesak. Semoga Kamu Baik - Baik Saja.
Banjaran, Bandung.
Di beberapa pekan terakhir, banyak hal telah dilalui. Satu selesai, dan satu lainnya tumbuh. Januariku sangat cepat berlalu.
Jika mengeluh memang tak ada habisnya. Tapi, aku manusia, sama seperti denganmu. Semua orang boleh mengeluh. Memiliki hak yang sama untuk protes, untuk kecewa dan untuk jatuh.
Namun terkadang, lupa caranya untuk kembali dan berdiri tegak. Rasanya sendirian memang begitu berat. Hari - hari yang tidak memiliki rasa. Pahit, tidak. Asam, tidak. Manis, apalagi. Ya, begitulah.
Aksaraku ini ngalor ngidul, maaf.
Sebetulnya, aku hanya teringat kamu tiba - tiba. Tau tidak? Aku tengah jatuh dan bingung untuk tersenyum. Sudah lama tidak menangis tersedu - sedu, rasanya sangat sakit ya ternyata. Aku tidak membual, ini fakta loh. Semoga kamu tidak pernah merasakannya.
Lagi dan lagi, aku selalu ingin bercerita kepadamu. Mengeluhkan banyak hal kepadamu. Hingga wajahmu bosan menatapku bercerita. Tapi, kamu balik bercerita hingga lupa waktu. Giliran aku yang bosan, tapi menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama.
Mengetahui segala tentangmu itu kemewahan, apalagi mendengarnya langsung dari kamu. Berimajinasi seperti ini saja menyenangkan, membuat jantung tak beraturan, semoga tidak terdengar detaknya, hehe.
Sedikit bercerita boleh ya? Jadi di bulan lalu, aku baru menyelesaikan salah satu sidangku. Gerbang selanjutnya terbuka, masih 4 bab lagi yang mesti aku selesaikan. Tak lama, aku dapat tawaran pekerjaan. Cukup bagus, bahkan diluar ekspektasi. Tapi, aku tolak karena banyak pertimbangan. Semoga aku tidak menyesal di kemudian hari, tidak, pasti. Ada lagi, aku dikecewakan oleh sahabatku. Oh, kini hanya temanku. Aku menangis, cengeng maaf. Apalagi ya, sudah sepertinya. Hanya 1 paragraf, takut kamu malas bacanya. Terimakasih.
Mungkin, suatu saat bisa bercerita langsung, ya hanya semoga dan semoga.
#PDP Chapter 9
Komentar
Posting Komentar