Lebih Baik “Tidak Tahu”
Terkadang, bersama pilihan untuk “tidak tahu” adalah
solusinya. Menjadi tidak tahu akan lebih baik, dibanding mengetahui segalanya.
Selanjutnya, akan ada banyak prasangka jika serba tahu. Mudah jika prasangka
itu hadir dengan baik, tetapi sering kali dia datang membawa perkara. Membuat
suasana terasa jauh lebih buruk, dibanding sebelumnya.
Tidak banyak yang dilakukan, hanya diam. Mungkin akan jauh
lebih baik juga. Dibanding bergerak sana sini dan tanpa tujuan. Melangkah
terlalu jauh cukup melelahkan. Menggapai sesuatu yang jauh dari kesat mata.
Semuanya mulai terlihat semu, terlalu sukar untuk dimengerti.
Ya, menjadi seorang periang memang membawa energi positif.
Tapi kerap kali energi itu tidak dirasakan oleh diri sendiri. Jauh didalamnya
adalah seorang penggemar ketenangan, bahkan kesendirian. Dirasa memang jauh
lebih menyenangkan, memikirkan ini dan itu sesuka hati.
Pengetahuanku tentang dia membuatnya semakin sulit saja.
Menimbulkan banyak pertanyaan yang sulit sekali jawabannya. Hanya satu caranya,
berbicara dan bertanya. Bungkam memang bukan solusi. Malah menimbulkan
keresahan yang tak kunjung usai. Bersabar pun tidak akan konsisten. Aku tau
itu.
Lama-lama memang melelahkan, aku hanya tidak ingin menyerah.
Belum lama aku merasa kesenangan sendiri, entah apa yang membuatku girang.
Berseri-seri lalu bersedih kemudian, mulai dirasakan. Belum berujung, semuanya
masih berjalan.
#PDP Chapter 3
Komentar
Posting Komentar