Tidak Ada yang Benar-Benar Peduli

Kapan terakhir mereka peduli?

Entah. Sepertinya aku terlihat sangat baik baik saja. Tersenyum hingga tertawa ceria. Mengubur luka sedalam mungkin.

Mereka tidak tahu aku mengasingkan diri dari teman temanku.
Mereka tidak tahu luka yang telah ku alami.
Mereka tidak tahu aku menyimpan banyak tangis setiap malam.
Mereka tidak tau aku pura pura baik baik saja.

Nampaknya aku terlihat berkecukupan. Menghamburkan uang. Menonton konser. Mengidolakan oppa oppa korea dengan senang. Nongkrong asik sepulang kerja. Makan enak setiap harinya.

Benar. Itu semua benar.

Kesenangan itu berakhir. Ia hanya sementara membuat aku lupa semua masalah. Lalu kembali dengan derita yang sama. Menangis lagi.

Akhirnya kesenangan itu tidak lagi ku erat. Ku tinggalkan tanpa alasan. Ia tak lagi membuatku tersenyum hangat.

Sangat sulit untuk bertahan. Meskipun seseorang ingin menolong dengan baik hati, aku malah melempar jauh diri untuk pergi.

Rasanya tidak ada yang membaik. Sangat kusut hingga kepala berisik setiap saat.

Aku hanya ingin meminta maaf. Kepada kalian yang ingin membantu tapi kuabaikan. Maaf karena aku tidak ingin bertemu. Maaf karena mengasingkan diri. Maaf karena perasaan ini.

Sejatinya, tidak ada yang benar benar peduli. Sebab orang terdekat pun tidak bertanya.

"Bagaimana hidupmu disana?"
"Apakah kamu kekurangan uang?"
"Apakah bosmu baik?"
"Bagaimana teman kerjamu?"

Sialan. Sesak lagi.

Komentar

Postingan Populer