Pak, Aku Teringatmu di tengah Cafe

Bandung, 2 November 2022.

Matahari sangat terik tapi, setengah jam kemudian berubah menjadi kelabu. Duduk diantara keramaian orang yang datang satu per satu. Aku tengah terdiam di sebuah cafe yang berada di satu desa kecil. Tidak, bukan terdiam. Tepatnya, aku sedang menghirup udara sambil bekerja menenteng laptop. 

Cafenya cukup cantik, cocok untuk bekerja supaya tidak penat jika mengurung diri di rumah. Aku mengambil tempat duduk yang paling nyaman, dekat dengan aliran sungai buatan yang ada ikannya. Segar sekali. Suara gemercik air nya pun terdengar. Rasanya seperti sahut menyahut dengan ikan yang berkeliaran di sana. Haha. 

Sayangnya, langit kelabu itu membuat angin terasa lebih kencang. Benar saja dugaanku, tak lama hujan pun turun menemani. Musik cafe yang memperdengarkan dunia tipu tipu dari Yura Yunita rasanya membuatku semakin nyaman disini. 

Telingaku sangat suka suara hujan, orang-orang yang bercengkerama tengah berbicara, suara musik cafe yang menemani, rasanya semuanya sempurna. 

Aku pun melihat sekeliling. Ada sekelompok bapak-bapak yang asik nongkrong dengan kawananya. Kalian bisa menebaknya. Mereka datang keren menggunakan mobilnya masing-masing. Kaos bertulis Green Light, Erigo, Manchester United yang mereka kenakan. 

Tak lama meminta beberapa cangkir kopi sambil mulai menyalakan rokok nya.

Saat itu, aku langsung teringat sang almarhum bapak. Wah, mataku tidak sanggup. Tolong. 

Aku berpikir, sepertinya aku tak pernah memberikan kesempatan bapaku seperti bapak-bapak disana. Mengobrol asik dengan kawanannya sambil menyurup kopi dan mengeluarkan jokes bapak-bapak. Asik ya. 

Ataupun,  bapaku yang belum pernah mempunyai smartphone. Ya, meski dia tidak memintanya, dia hanya memiliki Handphone cinitnit jadul sekali. 

Payah, aku malah menangis. Semoga tidak ada yang melihatku di cafe ini. 

Komentar

Postingan Populer