Perjalanan di Masa Lalu
Mau mendengar kisahku?
Ini adalah sebuah perjalanan di
masa lalu. Entah berapa kali aku menceritakan dirinya kepada teman-temanku. Dari
mengagungkannya hingga mengutuknya habis-habisan. Menyelami setiap doa hingga
menangisi setiap malam.
Seseorang yang pernah hadir di
masa lalu. Dia datang dengan segala pesona. Membawa cerita menyenangkan yang
membuatku tertawa. Menjahili setiap saat sampai berlarut menyebalkan. Menggoyahkan
hati dan menumbuhkan harap.
Katanya, aku pendengar terbaik
yang mampu menjadi telinga keduanya. Melengkapi dirinya yang penuh kelemahan. Menggenggam
tangan ini, yang tak akan ia lepas. Menjadi peneduh meski matahari menghampiri.
Dunia sepertinya sedang berpihak
padaku saat itu. Tapi hanya seketika. Aku
ditampar habis habis oleh sang ego. Menyesali beberapa hal dan bertanya-tanya
dalam tangisan. Sandaranku menghilang dan pergi.
Dirinya berkata, akan kembali dan
menghampiri. Mengulang semuanya kembali seperti semula. Namun, ucapannya palsu.
Lalu ia menjauh dari dunia. Seakan-akan mengakui jika dirinya penuh dosa dan rasa
bersalah.
“Maaf,” katanya.
“Iya,” jawabku.
Aku pun menjauh, menghilangkan
semua jejak dan memutuskan semua hubungan. Berakhir, meski dengan jabat tangan.
Mencoba bangkit selama bertahun-tahun. Hingga berpikir, sepertinya aku tidak
bisa menyukai seseorang lagi.
Beruntung, duniaku adalah
penguat. Tuhan, keluarga dan teman-teman. Meyakini banyak hal dari mereka. Menaruh
kepercayaan dengan banyak berambisi. Menyokong hingga aku lupa rasanya
tersakiti.
Mencoba melupakan dengan berbagai
cara. Layak, mengejar selembar rupiah hingga berkeringat. Menyelesaikan pembelajaraan
hingga muak. Membontang banting raga sesuka hati. Lalu akhirnya, menjadi
pendekar dengan berhasil memusnahkan kekecewaan di masa lalu.
Dulu, menangis tersedu-sedu
dengan amat sangat. Kini, tersenyum pernah melakukan hal bodoh itu. Tak apa,
nyatanya aku banyak belajar darinya. Selalu ada hal baik dibalik sebuah
perkara.
Sekali lagi, terimakasih atas
segala bentuk macam rasa.
Komentar
Posting Komentar